Pendidikan gratis | Promosi | Internet | Motivasi | Personal blog
Archive for Penenang HATI
Desember 16, 2008 at 8:26 am · Filed under Penenang HATI
Saat masih mahasiswa dulu paling demen dengan Seminar Gratis, biasanya yang disenengi saat makan makannya. Tapi kalo Pelatihan Gratis ya dapet sertifikatnya.
Kadang ikut juga Bedah Buku, Diskusi Buku, Talk Show acaranya biasanya di kampus atau di JHCC saat ada expo besar besaran.
Eeee … sekarang sering dapet kerjaan mengarap acara (EO) gratisan seperti Pelatihan dan Bedah Buku, wah sepertinya, hobi menjadi profesi nih.
Bicara hobi jadi profesi, saya juga paling suka surfing dan blogging, eh la dalah … sekarang jadi tutor (pengajar) pelatihan dan kursus seputar internet dan nge-blog. Wah wah lagi lagi hobi jadi profesi.
Dulu waktu sekolah dan kuliah, saya paling hobi baca buku, bahkan pengin tuh kerja diperpustakaan eee la dalah … malah kerja di penerbitan buku. Yah .. tiap “hari” baca buku baru deh, lagi lagi hobi jadi profesi.
Kalo ini bukan hobi lagi, yaitu paling seneng dengan pengajian, kajian, taklim dan al hamdulillah sekarang kerja di perusahaan yang Islami … kalo ini bukan hobi jadi profesi, tapi kesenangan hidup jadi profesi.
Arif Bijaksana berkata : “Bekerjalah dengan hati yang senang dan tenang“.
Berbagi
September 15, 2008 at 11:35 am · Filed under Penenang HATI
Apa sih sakit hati itu ?
Apakah sejenis penyakit yang akan bisa diobati secara medis di rumah sakit oleh seorang dokter atau perawat.
Saya tidak bicara tentang hati tapi “hati”.
Yang wujudnya tidak nampak seperti hati yang ada didalam rongga tubuh kita.
Tapi “hati” yang ada didalam diri kita.
Terkadang kita merasakan sesuatu yang menyesakkan, menyakitkan ataukah sesuatu yang membuat perasaan kita tidak nyaman walau tidak nampak dimana letaknya.
Sebagai contoh suatu saat kita mendapat teguran ataupun celaan dari seseorang karena kesalahan kita, namun teguran itu kita rasakan sangat tidak mengenakkan.
Mungkin dikarenakan nada bicaranya yang tinggi atau nada bicara yang kurang kita sukai. Mungkin penggunaan bahasanya yang tidak kita sukai atau cenderung kasar. Mungkin tingkah laku, mimik muka yang menggambarkan suatu keadaan yang juga tidak kita sukai juga. Intinya banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi.
Pada akhirnya, kita merasakan suatu yang menyakitkan dan menyesakkan di dalam hati kita, walaupun kita tidak bisa mengidentifikasikan atau menggambarkan keadaan tersebut. Sehingga timbul keadaan - keadaan seperti : jantung berdetak lebih kencang, muka memerah, gelisah, fikiran menjadi tidak konsentrasi, tidak mampu berbicara, bahkan hingga timbul pusing-pusing kepala.
Maka hal terpenting yaitu kita rasakan hal yang tidak menyenangkan.
Pesan saya ketika menghadapi hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
- Segera diam sesaat untuk memikirkan kesalahan kita sendiri
- Istighfar sebanyak-banyaknya
- Serahkan segalanya kepada Allah swtDengarkan teguran tersebut hingga selesai, jangan dipotong karena akan menimbulkan pertengkaran.
- Setelah selesai teguran tersebut, fikirkan jawaban terlebih dahulu sebelum berkata. Atau bisa jadi tidak perlu memberikan jawaban.
- Minta lah maaf apabila memang kita yang bersalah.
- Berilah penjelasan apabila ada salah paham, apabila kondisinya belum tepat, penjelasan tidak harus saat itu juga. Namun dapat dilakukan saat yang tepat bila kedua belah pihak sudah “kepala dingin”.
- Segera selesaikan masalah yang terjadi agar tidak”memusingkan” kepala.
- Setelah masalah selesai bersyukurlah kepada Allah SWT dan saling mengikhlaskan satu sama lainnya.
Pesan saya setelah masalah tersebut selesai, perhatikan hal berikut ini :
- Perbaiki diri kita, agar pada suatu ketika nanti tidak muncul perkataan dan tingkah laku kita yang menimbulkan sikap seperti sikap yang kita terima saat ini.
- Kalaupun suatu ketika kita menghadapi perkataan dan tingkah laku yang tidak kita sukai, jangan kita sikapi sebagaimana sikap yang kita merasa sikap tersebut akan menyakiti “hati” orang lain.
Apakah anda memahami penjelasan saya, mohon maaf bila tidak.
Intinya, berhati-hatilah terhadap hati manusia … yaitu hati kita dan tentunya hati orang lain. Karena Allah swt Maha Mengetahui segala lintasan hati.
Catatan : Contoh kasus diatas adalah salah satu contoh saja, karena setiap saat dalam kehidupan kita adalah contoh yang nyata.
Berbagi
September 11, 2008 at 1:33 pm · Filed under Penenang HATI
Mengakui kesalahan diri sendiri terkadang menjadi sesuatu hal yang sulit bagi sebagian orang.
Kita lebih ingin untuk menyembunyikannya bahkan sampai pada tahap berbohong pada diri sendiri dan orang lain.
Sebagai contoh :
Saat kita berbuat salah dikantor, kita jadi takut mengakuinya pada atasan kita. Dalam fikiran kita bergejolak fikiran yang beraneka ragam dari yang positif sampai yang negatif, namun angan- angan yang buruk seakan mendominasi.
Dari : takut dimarahi dengan kata-kata keras, potong gaji, di hukum skorsing, bahkan dipecat. Karena kekhawatiran tersebut akhirnya beberapa dari kita malah berbohong.
Berbohong pada diri sendiri dan atasan kita.
Hal ini ku alami siang ini, ku lakukan kesalahan (walaupun kecil) yang membuat tugas ku tidak terselesaikan dg baik. Akhirnya dengan dukungan temanku untuk menceritakan keadaan yang sebenarnya kepada atasan ku … dan Al hamdulillah … walaupun sedikit kecewa akhirnya dia memaafkan saya.
Lega rasanya … dan hikmah yang dapat saya ambil adalah agar lebih berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam bekerja dan menjaga amanah atasan atau perusahaan.
Ya Robb .. Jauhkan hamba-MU ini dari sifat buruk “berbohong”.
Berbagi
September 5, 2008 at 10:19 am · Filed under Penenang HATI
11 Bulan (…yang lalu) menjalani kehidupan pasti dan pasti akan ada saja kelalaian terhadap Allah SWT.
Sungguh tidak beruntungnya kita … apabila masa yang akan datang tidak ada perbaikan menuju ketaqwaan yang lebih baik lagi.
Di bulan suci ini, sungguh akan menjadi waktu yang tepat bagi kita untuk menyadarkan diri kita :
“siapa sebenarnya kita?”
Kita adalah hamba-NYA
Hamba yang telah banyak diberi kenikmatan semenjak kita tidak ada hingga tiada nanti ( …didunia).
Namun kita juga hamba-NYA yang sering meninggalkan perintah-perintahnya bahkan melanggar larangan-NYA
Mari merenung kala sendiri disaat sunyi .. dan teteskan air mata penyesalan atas semua kedurhakaan yang tlah berlalu.
TEKADKAN DALAM HATI :
“Setelah ramadhan tahun ini, saya berniat menjadi hamba yang berusaha lebih baik untuk menjalankan perintah-perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Mau belajar mendalami ilmu agama dan pengetahun mengenai sunnah Nabi SAW”
Ya Allah … bimbinglah hamba-MU ini.
Berbagi
Next entries »