Apa sih sakit hati itu ?
Apakah sejenis penyakit yang akan bisa diobati secara medis di rumah sakit oleh seorang dokter atau perawat.
Saya tidak bicara tentang hati tapi “hati”.
Yang wujudnya tidak nampak seperti hati yang ada didalam rongga tubuh kita.
Tapi “hati” yang ada didalam diri kita.
Terkadang kita merasakan sesuatu yang menyesakkan, menyakitkan ataukah sesuatu yang membuat perasaan kita tidak nyaman walau tidak nampak dimana letaknya.
Sebagai contoh suatu saat kita mendapat teguran ataupun celaan dari seseorang karena kesalahan kita, namun teguran itu kita rasakan sangat tidak mengenakkan.
Mungkin dikarenakan nada bicaranya yang tinggi atau nada bicara yang kurang kita sukai. Mungkin penggunaan bahasanya yang tidak kita sukai atau cenderung kasar. Mungkin tingkah laku, mimik muka yang menggambarkan suatu keadaan yang juga tidak kita sukai juga. Intinya banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi.
Pada akhirnya, kita merasakan suatu yang menyakitkan dan menyesakkan di dalam hati kita, walaupun kita tidak bisa mengidentifikasikan atau menggambarkan keadaan tersebut. Sehingga timbul keadaan - keadaan seperti : jantung berdetak lebih kencang, muka memerah, gelisah, fikiran menjadi tidak konsentrasi, tidak mampu berbicara, bahkan hingga timbul pusing-pusing kepala.
Maka hal terpenting yaitu kita rasakan hal yang tidak menyenangkan.
Pesan saya ketika menghadapi hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
- Segera diam sesaat untuk memikirkan kesalahan kita sendiri
- Istighfar sebanyak-banyaknya
- Serahkan segalanya kepada Allah swtDengarkan teguran tersebut hingga selesai, jangan dipotong karena akan menimbulkan pertengkaran.
- Setelah selesai teguran tersebut, fikirkan jawaban terlebih dahulu sebelum berkata. Atau bisa jadi tidak perlu memberikan jawaban.
- Minta lah maaf apabila memang kita yang bersalah.
- Berilah penjelasan apabila ada salah paham, apabila kondisinya belum tepat, penjelasan tidak harus saat itu juga. Namun dapat dilakukan saat yang tepat bila kedua belah pihak sudah “kepala dingin”.
- Segera selesaikan masalah yang terjadi agar tidak”memusingkan” kepala.
- Setelah masalah selesai bersyukurlah kepada Allah SWT dan saling mengikhlaskan satu sama lainnya.
Pesan saya setelah masalah tersebut selesai, perhatikan hal berikut ini :
- Perbaiki diri kita, agar pada suatu ketika nanti tidak muncul perkataan dan tingkah laku kita yang menimbulkan sikap seperti sikap yang kita terima saat ini.
- Kalaupun suatu ketika kita menghadapi perkataan dan tingkah laku yang tidak kita sukai, jangan kita sikapi sebagaimana sikap yang kita merasa sikap tersebut akan menyakiti “hati” orang lain.
Apakah anda memahami penjelasan saya, mohon maaf bila tidak.
Intinya, berhati-hatilah terhadap hati manusia … yaitu hati kita dan tentunya hati orang lain. Karena Allah swt Maha Mengetahui segala lintasan hati.
Catatan : Contoh kasus diatas adalah salah satu contoh saja, karena setiap saat dalam kehidupan kita adalah contoh yang nyata.


