Apa kabar sahabat ?

masihkah ingat masa lalu saat kita bersama-sama ?

Pondok Hafizah Gratis

Oleh “wangsit” soko Mbah Google plus meluncur nyang situs SUARA MERDEKA :

__________________________________________

Pondok Pencetak Hafizah Gratis

SEJAK lebih dua tahun lalu di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, berdiri sebuah pondok pesantren putri khusus menghafal Alquran.

Sesuai dengan misinya untuk mencetak penghafal Quran putri (hafizah), pondok tersebut dinamakan Pondok Pesantren Hafizah Miftahul Jannah.

Tak heran bila di dalam area pondok tersebut setiap hari ada beberapa santri yang melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Siang itu azan zuhur baru saja usai. Saat Suara Merdeka berkunjung ke pondok tersebut, seorang santriwati sedang melantunkan ayat-ayat suci Alquran di hadapan ratusan santri yang lain. Tampaknya seorang gadis berjilbab itu sedang ujian terakhir menghafal Alquran yang terdiri atas 30 juz tersebut.

”Setelah diuji setiap hari dengan menghafal satu halaman, kini dia harus menghafal seluruh isi Alquran dengan disimak seluruh santriwati. Untuk hal itu, diperlukan waktu dua hari dikurangi waktu istirahat dan shalat,” jelas Hj Umi Hani selaku pengasuh pondok.

Penyandang gelar hafizah terbaik nasional tahun 2001 itu menjelaskan, untuk dapat menghafal keseluruhan isi Alquran dibutuhkan waktu satu hingga dua tahun.

”Bila ingatan kita tajam, tujuh bulan bisa menghafal,” ucap dia.

Saat ini setidak-tidaknya terdapat 118 santriwati yang belajar di pondok yang didirikan oleh pemilik PT Sinar Lendoh Terang, Pujiono Wahyu Widianto, tersebut. ”Dari 118 santri itu, 45 orang berhasil menghafal Quran,” imbuh Umi.

Berbagai murid dari penjuru Tanah Air belajar di pondok itu. Mereka dari Demak, Purwodadi, Magelang, Semarang, dan lain-lain. Bahkan, menurut Umi, ada yang dari Lampung.

Pondok tersebut menerima murid dari usia lulus sekolah dasar hingga lulusan SMU. ”Santri yang kami terima minimal harus sudah lulus SD. Ada satu santri yang belajar menghafal di sini baru lulus universitas,” ujar dia.

Gratis

Menurut Pujiono yang tak lain suami Umi Hani, para santri tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun untuk belajar di pondoknya.

”Dari makan sampai tempat tinggal, kami sediakan gratis,” tutur Pujiono. Karena dari waktu ke waktu para santri yang belajar di tempat itu terus bertambah, dia ingin mengembangkan pondok pesantrennya.

”Kalau tidak diperluas, kasihan mereka harus menempati satu kamar yang diisi 10 orang.”

Selain belajar menghafal, materi yang diajarkan di sana meliputi ilmu tajwid (ilmu yang mempelajari cara membaca Alquran dengan benar) dan ilmu tafsir (menerjemahkan).

”Jadi, mereka tidak hanya bisa mengahafal, namun mampu melafalkan Alquran secara benar,” ujar Umi Hani lagi.

Kemudian dia menjelaskan, setelah mampu membaca secara benar, makna Alquran itu perlu diketahui. Pondok pesantren yang diasuhnya tidak hanya menerima orang yang sudah bisa membaca Quran.

”Namun kami menerima santri dari nol atau dari yang belum bisa membaca hingga bisa membaca dan menghafal,” terang Umi. (Rony Yuwono- 91t)

_____________________________________
+Mohon Konfirmasikan info di atas kepada pihak terkait.

No comments yet »

Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>